Sungai Bakar – Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO). Tim PPKO BEM Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMBJM mengusung program bertajuk SMART FOREST VILLAGE: Pemberdayaan Terpadu Berbasis Potensi Lokal di Desa Sungai Bakar sebagai upaya mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pendekatan multidisiplin.
Program ini diketuai oleh Muhammad Jairullah bersama tim yang terdiri atas M. Rizky Fadillah, Latif Faturrabbani, Amalia Rahma Relygia, Alya Afifi, M. Chandra Nurdiansyah, Nasywa Haura Az Zahra, Halimatus Sa’diah, Nurul Hikmah, M. Agistni Azmi, Hasbiannoor Fauzan, Putri Nur Nayla, Muhammad Fikri, Dita Ananda, Syaima Putri, dan Ahmad Naufal. Seluruh anggota berasal dari Program Studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, D4 Keperawatan Anestesiologi, D3 Kebidanan, dan S1 Farmasi di lingkungan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan UMBJM.
SMART FOREST VILLAGE dirancang sebagai program pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal Desa Sungai Bakar melalui empat sektor utama, yaitu ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pendampingan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian desa yang berorientasi pada keberlanjutan.
Di bidang ekonomi, tim mengembangkan program PISANGKALUD (Pisang dan Kelulut Unggulan Desa) dengan mendorong pengolahan pisang dan madu kelulut menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, dikembangkan pula PROPOLUT (Liquid Kesehatan Propolis Madu Kelulut) sebagai inovasi produk kesehatan berbahan dasar propolis madu kelulut yang memiliki potensi ekonomi sekaligus manfaat kesehatan.
Pada sektor kesehatan, tim menghadirkan program SERASI (Satu Rumah Satu Tanaman Herbal Antisipasi Hipertensi) dan HERTASE (Herbal Seledri dan Jahe Atasi Hipertensi). Kedua program tersebut berfokus pada edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman herbal sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah hipertensi serta meningkatkan kesadaran hidup sehat.
Sementara itu, di bidang lingkungan, mahasiswa mengembangkan PUSPITA (Pupuk Organik Pisang Terpadu) yang memanfaatkan limbah pohon pisang menjadi pupuk organik, serta PILIKU (Pinandui Lingkunganku) yang berorientasi pada kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan desa. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pada aspek pendidikan, tim menghadirkan Saung Belajar Hutan Banua dan Kurikulum Pintar Hutan Banua sebagai sarana pembelajaran berbasis lingkungan yang bertujuan meningkatkan literasi serta menanamkan kepedulian terhadap potensi alam sejak usia dini.
Program SMART FOREST VILLAGE menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UMBJM dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sungai Bakar sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Tim PPKO BEM FKIK UMBJM juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam mencetak mahasiswa yang inovatif, kolaboratif, dan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.