
Maklumat tersebut menetapkan bahwa:
- 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M
- 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M
- 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M
- 9 Zulhijah 1447 H atau Hari Arafah jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026 M
- 10 Zulhijah 1447 H atau Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M
Penetapan Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal
Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah, yakni hisab hakiki wujudul hilal, telah lama menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam modern yang berpadu dengan nilai-nilai ketepatan ilmiah dan keteguhan iman. Penetapan ini tidak hanya berlandaskan pada perhitungan astronomis semata, tetapi juga mencerminkan semangat intelektual dan rasionalitas dalam menjalankan syariat Islam.
Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah berkomitmen untuk menegakkan ilmu falak sebagai bagian dari dakwah ilmiah yang mencerahkan umat. Dengan perhitungan yang akurat dan konsisten, hisab wujudul hilal menjadi wujud nyata dari integrasi antara ilmu pengetahuan dan keimanan, dua hal yang selalu dijunjung tinggi dalam tradisi Muhammadiyah.
Momentum Refleksi dan Persiapan Diri
Maklumat ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri secara spiritual, sosial, dan mental menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. Bagi sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, momentum ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan kampus — menjadikan bulan Ramadan bukan hanya sebagai ibadah rutin, tetapi juga sebagai sarana memperdalam ilmu, mempererat silaturahmi, serta menebar kebermanfaatan bagi sesama.
Selain itu, dengan diumumkannya penetapan awal Syawal dan Zulhijah, warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia dapat merencanakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial secara lebih terarah. Termasuk pelaksanaan Idulfitri dan Iduladha 2026, yang diharapkan dapat menjadi momentum kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Konsistensi Muhammadiyah Menegakkan Dakwah Ilmiah
Keberadaan maklumat ini juga menegaskan konsistensi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Dalam setiap penetapan keagamaan, Muhammadiyah selalu berupaya mengedepankan pendekatan ilmiah dan rasional tanpa meninggalkan nilai spiritualitas. Hal ini sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah yang berupaya melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat.