Barito Kuala, 15 Juli 2026 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah pengembangan penelitian dan pengabdian yang terintegrasi mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi, sehingga mampu menghasilkan riset yang unggul, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Workshop yang diselenggarakan di lingkungan UMBJM tersebut dihadiri oleh para dekan dan ketua program studi dari seluruh fakultas. Kehadiran para pimpinan akademik ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menyelaraskan arah pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan universitas, sekaligus memperkuat sinergi antarunit dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala Lembaga Riset dan Inovasi (LRI) UMBJM), Apt. H. Joko Priyanto Wibowo, Ph.D. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penyusunan roadmap merupakan fondasi penting dalam membangun budaya riset yang terarah dan berkesinambungan. Roadmap tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi kompas bagi setiap fakultas dan program studi dalam menentukan fokus penelitian, mengembangkan keunggulan keilmuan, serta meningkatkan kontribusi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan zaman.

Materi utama workshop kemudian disampaikan oleh Sekretaris Eksekutif Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Prof. Dr. Kelik Wardiono, S.H., M.H. dengan tema “Menjejaki Lumpur Banua, Menembus Langit Algoritma.” Melalui tema tersebut, Prof. Kelik mengajak para peserta untuk membangun paradigma penelitian yang berpijak pada potensi dan kearifan lokal Banua, namun memiliki orientasi global melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan transformasi digital.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh kehilangan identitas lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Justru, kekayaan budaya, potensi daerah, dan berbagai persoalan yang ada di Kalimantan harus menjadi sumber lahirnya penelitian yang inovatif, relevan, dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat. Di sisi lain, hasil-hasil penelitian tersebut juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan artifisial, analisis data, dan teknologi digital agar memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Prof. Kelik menjelaskan bahwa roadmap penelitian dan pengabdian harus disusun secara sistematis berdasarkan kekuatan masing-masing program studi. Dengan roadmap yang jelas, setiap dosen memiliki arah pengembangan penelitian yang selaras dengan visi universitas, mendukung peningkatan publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, para dekan dan ketua program studi turut menyampaikan berbagai pandangan mengenai penyusunan roadmap di lingkungan fakultas masing-masing. Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan fokus penelitian, memperkuat kolaborasi antarkeilmuan, serta merumuskan strategi pengembangan riset yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam memperkuat tata kelola penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan tersusunnya roadmap yang terintegrasi, UMBJM berharap setiap program studi mampu menghasilkan penelitian yang lebih fokus, berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, UMBJM berkomitmen untuk terus membangun ekosistem riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab berbagai tantangan zaman melalui inovasi yang berakar pada nilai-nilai lokal, berlandaskan keilmuan, dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.