Detail

Pimpinan UMBJM Turun Langsung Monitoring PPK Ormawa, SERAYA SAGUNA Kembangkan Potensi Anjir Serapat

Pengabdian 10/08/2026 Aulia Riskina
Sustainable Development Goals
2 8 9 12 17

ANJIR SERAPAT, 7 Agustus 2026 – Komitmen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) dalam mengawal program kemahasiswaan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat diwujudkan melalui kunjungan pimpinan perguruan tinggi ke Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (7/8/2026). Wakil Rektor III UMBJM bersama jajaran kemahasiswaan dan dosen pendamping turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM PIK-M Gasma.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kabiro beserta jajaran kemahasiswaan, dosen pendamping, Kepala Desa Anjir Serapat Muara, serta masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan program. Kehadiran pimpinan UMBJM secara langsung menjadi bentuk dukungan sekaligus pemantauan terhadap implementasi program PPK Ormawa agar tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

PPK Ormawa UKM PIK-M Gasma mengangkat konsep Desa Wirausaha melalui program SERAYA SAGUNA (Serapat Raya Berdaya Sagu Unggulan Nusantara). Program ini berfokus pada hilirisasi pangan lokal dan pengembangan pasar digital dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di Desa Anjir Serapat Muara.

Salah satu potensi utama yang dikembangkan adalah sagu. Bersama masyarakat, Tim PPK Ormawa mengolah sagu menjadi berbagai produk makanan dan minuman. Pengolahan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain sagu, potensi ikan haruan juga dikembangkan menjadi produk olahan berupa abon haruan. Inovasi ini mendorong pemanfaatan hasil perikanan lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai produk unggulan desa.

Program SERAYA SAGUNA juga menyentuh sektor pertanian melalui kegiatan penanaman sorgum bersama masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan diversifikasi pangan sekaligus memanfaatkan potensi lahan yang tersedia di desa. Tidak berhenti pada pengembangan komoditas, Tim PPK Ormawa turut memperhatikan aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan ampas sagu sebagai bahan pembuatan pupuk. Inovasi tersebut menjadi bentuk pemanfaatan kembali limbah hasil pengolahan sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Pengembangan potensi pangan lokal juga diarahkan pada penguatan pemasaran melalui pasar digital. Masyarakat didorong untuk memiliki kemampuan dalam mengembangkan produk sekaligus melihat peluang pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, program tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada penguatan ekosistem wirausaha desa.

Dalam pelaksanaan monev, Wakil Rektor III  UMBJM melihat secara langsung berbagai aktivitas dan hasil program yang telah dilakukan Tim PPK Ormawa bersama masyarakat. Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan program, mengidentifikasi berbagai hal yang perlu diperkuat, serta memastikan kegiatan dapat terus memberikan manfaat setelah masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.

Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam proses pengolahan potensi lokal, kegiatan pertanian, hingga pengembangan produk. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun kemandirian masyarakat dan memperkuat keberlanjutan program.

Kehadiran langsung pimpinan perguruan tinggi di lokasi menjadi penegasan bahwa UMBJM memberikan perhatian terhadap program kemahasiswaan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Melalui monitoring dan evaluasi, perguruan tinggi memastikan inovasi mahasiswa terus diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan.

Program SERAYA SAGUNA sekaligus memperkuat implementasi Kampus Berdampak UMBJM melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Pemanfaatan sagu, ikan haruan, sorgum, serta limbah ampas sagu menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi inovasi pangan, peluang ekonomi, dan penguatan kemandirian masyarakat apabila dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan.