
Banjarmasin, 22 Agustus 2026 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) kembali menyelenggarakan pelatihan pemulasaran jenazah sebagai bagian dari pembekalan spiritual care bagi mahasiswa bidang kesehatan. Kegiatan kali ini diikuti mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan dan S1 Kebidanan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMBJM.
Pelatihan dilaksanakan di Lantai 2 Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (22/8/2026), dengan menghadirkan Ustaz H. Mairijani sebagai pemateri. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UMBJM dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, tidak hanya dari aspek akademik dan profesional, tetapi juga aspek spiritual serta kesiapan dalam memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Wakil Dekan III FKIK UMBJM, Zaiyidah Fathony, S.Si.T., M.Keb., mengatakan pelatihan pemulasaran jenazah diprioritaskan bagi mahasiswa program studi kesehatan karena memiliki keterkaitan dengan pembekalan spiritual care yang akan diterapkan dalam praktik pelayanan kesehatan maupun ketika mahasiswa berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemahaman mengenai tata cara pemulasaran jenazah menjadi pengetahuan penting bagi calon tenaga kesehatan. Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan dapat berhadapan dengan pasien yang meninggal dunia sehingga diperlukan pemahaman yang tepat mengenai aspek pelayanan, pendampingan keluarga, hingga penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan Islam.
“Selain materi spiritual care, ketika ada kemungkinan pasien meninggal, kami perlu membekali mahasiswa dengan pengetahuan tentang pengurusan jenazah. Ini menjadi nilai tambah sekaligus pembeda bagi lulusan kami,” ujar Zaiyidah.
Ia menjelaskan, pembekalan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga dapat menjadi bekal praktis yang mampu diterapkan mahasiswa ketika menjalankan tugas profesi maupun saat berkontribusi di lingkungan masyarakat.

Zaiyidah menambahkan, kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan bagi mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan dan D4 Keperawatan Anestesiologi. Ke depan, pelatihan spiritual care dan pemulasaran jenazah juga diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin bagi mahasiswa semester akhir sebelum menyelesaikan studi.
“Jadi sebelum lulus, mahasiswa akan kami bekali pelatihan tentang spiritual care dan pengurusan jenazah, sehingga nantinya pengetahuan tersebut dapat mereka terapkan di masyarakat,” jelasnya.
Selain memberikan keterampilan tambahan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan masyarakat yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah secara Islam. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran ketika dibutuhkan serta memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Dalam pengembangan kegiatan ke depan, FKIK UMBJM juga berencana membangun kerja sama yang lebih luas dengan Masjid Al Jihad Banjarmasin. Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan pelatihan spiritual care dan pemulasaran jenazah, tetapi juga membuka ruang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pelayanan kesehatan dan pengurusan jenazah di lingkungan masjid.
“Kami juga ingin mengirim perwakilan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengurusan jenazah. Jadi, mereka tidak hanya belajar teori dan praktik dalam pelatihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, UMBJM terus mendorong terbentuknya lulusan yang memiliki kompetensi profesional sekaligus kepedulian sosial dan spiritual. Pembekalan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan lulusan tenaga kesehatan yang mampu memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat.