
Kuala Lumpur, 22 Juli 2026 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) berkolaborasi dengan MAHSA University Malaysia menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat internasional bertajuk “Little Herbalists, Big Faith: Integrating Indigenous Indonesian Medicine into Early Islamic Childhood Education” bagi siswa Sekolah Dasar di Kuala Lumpur.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan tanaman obat Indonesia sekaligus meningkatkan literasi kesehatan dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia sejak usia dini. Program dilaksanakan melalui kombinasi pembelajaran secara daring (online) dan metode praktik langsung (hands-on practice) sehingga siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang interaktif.

Ketua tim pengabdian apt. Herda Ariyani, M.Farm. menyampaikan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar dengan berbagai jenis tanaman yang secara turun-temurun dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bagian dari pengobatan tradisional. Pengetahuan tersebut perlu diperkenalkan kepada generasi muda dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik anak dan perkembangan teknologi.
“Kami ingin mengenalkan tanaman obat Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak. Mereka tidak hanya mengetahui nama dan manfaat tanaman, tetapi juga memahami bahwa kekayaan herbal merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu dijaga dan diwariskan,” ujar Ketua Tim Pengabdian.
Pada tahap awal, kegiatan dilakukan secara online dengan memanfaatkan media digital berupa video edukatif interaktif dan modul pembelajaran. Materi memperkenalkan berbagai tanaman obat yang mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih.
Video pembelajaran dikemas menggunakan pendekatan storytelling Islami, animasi, ilustrasi, dan bahasa yang sederhana sehingga sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Materi tidak hanya membahas pengenalan tanaman dan manfaatnya, tetapi juga menghubungkannya dengan nilai-nilai keislaman. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, merawat tubuh, serta mensyukuri nikmat kesehatan merupakan bagian dari perilaku baik dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Materi video edukasi telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelektualnya dan dapat diakses melalui YouTube pada tautan https://youtu.be/8gv7tL-8OFE. Metode pembelajaran digital tersebut memungkinkan siswa tetap memperoleh pengalaman belajar yang menarik meskipun kegiatan dilaksanakan dalam konteks pengabdian masyarakat internasional antara Indonesia dan Malaysia.
Tidak berhenti pada pembelajaran secara online, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung meramu herbal. Pendekatan hands-on ini dirancang agar siswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh melalui video dan modul dengan pengalaman nyata. Dalam kegiatan praktik, siswa diperkenalkan kembali pada bahan-bahan herbal yang telah dipelajari. Mereka diajak mengenali bentuk dan karakteristik bahan, memahami cara penggunaannya secara sederhana, serta mengikuti proses peracikan dengan pendampingan dari tim pengabdian. Aktivitas praktik dikemas secara edukatif dan menyenangkan dengan tetap memperhatikan kebersihan, keamanan, dan pendampingan guru maupun tim pelaksana.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi berperan aktif sebagai “little herbalists” yang belajar mengenal tanaman obat melalui pengalaman langsung.Keunikan program ini terletak pada integrasi beberapa aspek pembelajaran secara bersamaan, yaitu literasi kesehatan, pengetahuan tanaman obat Indonesia, teknologi digital, pendidikan karakter, dan nilai-nilai Islam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran tanaman obat tidak sekadar menjadi kegiatan mengenal nama dan manfaat tumbuhan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Selama kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme melalui pemutaran video, sesi tanya jawab, permainan edukatif, diskusi, serta praktik langsung. Interaksi tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, mengenali bahan herbal, dan menyampaikan pengalaman mereka mengenai tanaman yang pernah dijumpai di lingkungan keluarga. Guru-guru juga memberikan apresiasi terhadap metode pembelajaran yang memadukan kesehatan, budaya Indonesia, teknologi, dan pendidikan karakter dalam satu kegiatan yang interaktif.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dan MAHSA University Malaysia dengan dukungan Skema Hibah Pengabdian Kemitraan Internasional Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Tahun 2026. Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memperluas manfaat pengabdian kepada masyarakat melalui jejaring internasional.
Pelaksanaan kegiatan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur juga memiliki nilai strategis karena menjadi sarana untuk memperkenalkan pengetahuan dan kekayaan hayati Indonesia kepada generasi muda Indonesia di luar negeri. Melalui pendekatan pembelajaran digital yang dilanjutkan dengan praktik langsung, program ini diharapkan dapat menjadi model edukasi tanaman obat yang adaptif, menyenangkan, dan mudah direplikasi pada lingkungan pendidikan lainnya.
Program “Little Herbalists, Big Faith” diharapkan memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan literasi kesehatan anak, menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati, serta memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia. Lebih dari sekadar mengenalkan jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih, kegiatan ini membawa pesan bahwa pengetahuan tentang kesehatan dan tanaman obat merupakan bagian dari warisan pengetahuan yang perlu dipelajari, digunakan secara bijak, dan dilestarikan oleh generasi muda.
Melalui kolaborasi internasional dengan MAHSA University Malaysia, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin terus memperkuat kontribusinya dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata di tingkat nasional maupun internasional.