Kampus 3 UMBJM, 3 September 2026 – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) melalui Pengkajian Pengembangan Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Asrama (PP-AIKA) menggelar Workshop Kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan mengusung tema “Penguatan Kurikulum Al-Islam Kemuhammadiyahan Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Penyusunan RPS AIK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin”. Workshop ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pembelajaran AIK agar semakin terarah, relevan, dan selaras dengan pendekatan pembelajaran berbasis capaian.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia sekaligus Kepala Bagian PP-AIKA UMBJM, Arif Ganda Nugroho, M.Pd. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa workshop diselenggarakan sebagai bagian dari proses pengembangan dan penyelarasan kurikulum AIK di lingkungan UMBJM. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam penyusunan RPS AIK yang mengintegrasikan capaian pembelajaran, bahan kajian, metode pembelajaran, asesmen, serta rubrik penilaian berbasis OBE.
Selanjutnya, arahan sekaligus pembukaan workshop disampaikan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama dan AIK UMBJM, Herman Ariadi, Ns., M.Kep. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan kurikulum AIK sebagai bagian strategis dalam membangun karakter dan identitas mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Menurutnya, penyusunan kurikulum dan RPS berbasis OBE menjadi langkah penting agar pembelajaran AIK memiliki capaian yang jelas, terukur, dan dapat diimplementasikan secara konsisten. Melalui penyusunan RPS yang baik, proses pembelajaran diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam menerapkan nilai dan kompetensi yang diperoleh.
“Kita ingin pembelajaran AIK di UMBJM memiliki arah yang jelas dan memberikan dampak nyata. Karena itu, capaian pembelajaran, metode, tugas, hingga asesmen perlu dirancang secara selaras, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari,” tambahnya.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai “Kebijakan dan Arah Pengembangan Kurikulum AIK UMBJM” yang disampaikan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni, Kerja Sama dan AIK UMBJM, Herman Ariadi, Ns., M.Kep., dan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan UMBJM, Noor Amaliah, Ns., M.Kep. Pembahasan mencakup arah pengembangan kurikulum AIK, penyelarasan dengan pendekatan Outcome-Based Education (OBE), serta kebijakan penamaan mata kuliah AIK sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyampaian materi tersebut menjadi landasan bagi peserta dalam memahami arah pengembangan kurikulum AIK di tingkat universitas. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keselarasan antara kurikulum, capaian pembelajaran, dan implementasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dalam mendukung proses pembelajaran AIK yang lebih terarah dan terukur.
Memasuki sesi berikutnya, pemaparan mengenai penyusunan RPS empat mata kuliah AIK berbasis OBE, meliputi penyelarasan CPL, CPMK dan Sub-CPMK, bahan kajian, metode pembelajaran, asesmen, serta penyusunan rubrik penilaian. Materi tersebut menjadi bekal sebelum memasuki sesi praktik penyusunan dan review RPS.

Pada sesi praktik, dosen keilmuan AIK sebagai peserta bersama fasilitator dan tim pengembang kurikulum melakukan penyusunan serta review RPS AIK. Peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bentuk tugas berbasis proyek, penyusunan soal UTS dan UAS, serta evaluasi pembelajaran lainnya yang berkaitan dengan praktik ibadah.
Rangkaian workshop dilanjutkan dengan presentasi singkat hasil penyusunan masing-masing kelompok mata kuliah AIK dan proses review RPS. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh ruang untuk mendiskusikan hasil penyusunan sekaligus mendapatkan masukan sebagai bahan penyempurnaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan rencana tindak lanjut oleh tim pengembang kurikulum. Melalui workshop ini, UMBJM terus mendorong penguatan kurikulum AIK yang tidak hanya memenuhi aspek akademik, tetapi juga mampu memperkuat identitas dan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan dalam proses pendidikan.
Pengembangan kurikulum tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembelajaran AIK yang lebih sistematis, terukur, dan berorientasi pada capaian, sekaligus membentuk lulusan yang kompeten, berkarakter Islam, dan mampu memberikan kontribusi nyata sebagai bagian dari semangat kampus berdampak.