Detail

Ketika Kreativitas Bertemu Kepedulian: “Sasangga Batang Banyu” Tim UMBJM Melaju ke Nasional LIDM 2025

Prestasi 16/07/2026 Aulia Riskina
Sustainable Development Goals
4 6 9

Dari tepian Sungai Basirih yang tenang namun sarat makna, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang nasional. Melalui Karya video edukasi berjudul “Sasangga Batang Banyu” berhasil lolos pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 dalam Divisi Video Digital Pendidikan. Karya ini digarap oleh mahasiswa yang tergabung dalam Tim Riak Basirih, dan mengangkat isu lingkungan yang kian mendesak: krisis sampah di Kota Banjarmasin.

Tim tersebut terdiri atas Nadya Puteri selaku ketua, bersama Muhammad Bayu Rezki, Mutia Rahmi, dan Novea Leta, di bawah bimbingan Ibu Afiatun Rahmah, SST., M.Kes, dosen pendamping dari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Pengumuman kelolosan tim ke tahap nasional diumumkan pada 14 Oktober 2025, dan mereka akan melanjutkan perjuangan menuju Grand Final LIDM yang akan dilaksanakan pada 1–4 Desember 2025 di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Karya Sasangga Batang Banyu dikembangkan di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dengan latar utama Sungai Basirih yang menjadi simbol permasalahan lingkungan daerah. Proses riset dan pengambilan gambar dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih serta Banjarmasin Recycle Center (BRC). Melalui eksplorasi lokasi tersebut, tim berupaya menyoroti kondisi nyata pengelolaan sampah di Banjarmasin yang mencapai sekitar 400 ton per hari, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

Dengan gaya visual fiksi reflektif, Sasangga Batang Banyu menampilkan kisah seorang nelayan muda yang melakukan perjalanan waktu ke tahun 2045 dan menyaksikan dampak buruk dari pengelolaan sampah yang tidak bertanggung jawab. Cerita tersebut menjadi cerminan dari kenyataan yang mungkin terjadi apabila manusia terus abai terhadap lingkungannya. Melalui alur cerita yang menggugah, karya ini mengajak masyarakat untuk melihat sampah bukan sebagai beban, melainkan sebagai kunci menuju masa depan yang berkelanjutan.

Dalam perjalanan kisahnya, video ini juga menampilkan empat gagasan utama dalam pengelolaan sampah yang menjadi hasil riset tim, yaitu pengolahan sampah lunak menjadi kompos dan eco-enzyme, pemanfaatan limbah organik menjadi gas metana sebagai energi alternatif, daur ulang plastik menjadi eco-atap, eco-brik, dan paving block, serta penerapan sistem bank sampah sehat berbasis insentif.

Tak hanya menyajikan solusi lingkungan, Sasangga Batang Banyu juga memadukan nilai budaya lokal Banjar melalui semboyan “Wani manimbai, wani manajuni”, sebagai pesan moral bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang berani. Nilai ini menjadi pesan moral yang kuat, menggambarkan semangat generasi muda Banjar untuk mengambil langkah kecil namun berarti demi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa UMBJM dalam menghadirkan inovasi digital yang berdampak sosial. Melalui Sasangga Batang Banyu, Tim Riak Basirih membuktikan bahwa kreativitas dan kepedulian dapat bersatu untuk menciptakan perubahan nyata.“SASANGGA BATANG BANYU”