
BATOLA – Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) kembali menorehkan prestasi melalui inovasi mahasiswa yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di masyarakat. Lima mahasiswa Program Studi Informatika UMBJM berhasil mengembangkan MooSmartHealthGuard, sebuah kalung pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau kondisi kesehatan sapi secara real-time.
Inovasi tersebut lahir setelah tim mahasiswa melakukan observasi di Gabungan Kelompok Ternak (Gapoknak) Wijaya Kusuma, Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Di lokasi tersebut, para peternak masih menghadapi kendala dalam mendeteksi penyakit pada sapi secara dini, sehingga sering kali penanganan terlambat dilakukan.
Ketua Tim PKM, Muhammad Radhi, menjelaskan bahwa kebutuhan akan sistem pemantauan kesehatan ternak menjadi dasar pengembangan teknologi tersebut. “Dari cerita peternak, kami melihat ada kebutuhan nyata untuk membantu mendeteksi kondisi sapi lebih cepat sebelum penyakit berkembang,” ujarnya.
Bersama anggota tim, yakni Devi Wahyuni, Annisa Fitri Purnama, Diva Aulia Nisa, dan Yusuf, Radhi merancang MooSmartHealthGuard sebagai perangkat yang dapat dipasang pada leher sapi untuk memantau berbagai indikator kesehatan secara otomatis. Kalung pintar tersebut dilengkapi sejumlah sensor yang mampu mengukur suhu tubuh, memantau detak jantung, serta merekam aktivitas fisik sapi selama 24 jam. Seluruh data kemudian dikirim ke sistem berbasis web yang dapat diakses peternak melalui perangkat digital.
Apabila sistem mendeteksi adanya peningkatan suhu tubuh, detak jantung yang tidak normal, maupun perubahan pola aktivitas sapi, notifikasi akan dikirim secara otomatis kepada peternak. Dengan demikian, tindakan penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi ternak semakin memburuk.
Menurut Radhi, teknologi yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada aspek inovasi, tetapi juga dirancang agar mudah diterapkan di lingkungan peternakan rakyat. “Kami ingin teknologi ini mudah digunakan dan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, bukan sekadar menjadi proyek penelitian,” katanya. Inovasi MooSmartHealthGuard berhasil memperoleh pendanaan nasional Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI) Kemendiktisaintek Tahun 2026, sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas gagasan dan potensi implementasinya bagi masyarakat.
Pada tahap awal, perangkat akan diuji coba pada tujuh ekor sapi milik mitra Gapoknak Wijaya Kusuma. Apabila hasil implementasi menunjukkan efektivitas yang baik, teknologi tersebut berpotensi diterapkan pada seluruh ternak yang berada di bawah binaan kelompok peternak.
Di bawah bimbingan dosen pendamping Ayu Ahadi Ningrum, tim mahasiswa berharap inovasi yang mereka kembangkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peternak, meningkatkan produktivitas sektor peternakan, serta menjadi contoh pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Banjarmasin dalam mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi berbagai permasalahan di masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.