
Banjarmasin – Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) dalam menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan lingkungan kembali membuahkan prestasi. Tim mahasiswa Fakultas Farmasi UMBJM berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui inovasi kemasan ramah lingkungan berbasis potensi lokal Kalimantan Selatan.
Inovasi yang diusung mengangkat judul “Kemasan Ramah Lingkungan Berbasis Pelepah Nipah dan Daun Sirsak Berteknologi Kompresi Serat Selulosa untuk Penyimpanan Hasil Perikanan Segar.” Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pengganti kemasan plastik dan styrofoam yang selama ini banyak digunakan dalam penyimpanan hasil perikanan.
Ketua Tim Seabuku, Siti Saidah Nur Rahmah, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap tingginya penggunaan kemasan berbahan plastik yang berdampak terhadap pencemaran lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. “Kami melihat Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya pelepah nipah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi lokal ini kami kombinasikan dengan daun sirsak yang memiliki kandungan alami untuk membantu menjaga kualitas bahan pangan, sehingga tercipta kemasan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui teknologi kompresi serat selulosa, pelepah nipah diolah menjadi material kemasan yang kokoh, sementara ekstrak daun sirsak dimanfaatkan untuk mendukung kualitas penyimpanan hasil perikanan segar. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Keberhasilan memperoleh pendanaan nasional tersebut merupakan hasil dari proses yang panjang. Bersama dosen pembimbing Yulianita Pratiwi Lestari, tim harus melalui berbagai tahapan penyempurnaan proposal, diskusi intensif, hingga membagi waktu antara kegiatan akademik dan pengembangan inovasi.
Menjelang batas akhir pengumpulan proposal, seluruh anggota tim bahkan harus bekerja hingga larut malam untuk memastikan proposal yang diajukan memenuhi standar kompetisi nasional. “Prosesnya penuh tantangan. Kami beberapa kali melakukan revisi dan sempat merasa panik menjelang tenggat waktu. Namun, semua kerja keras itu terbayar ketika nama tim kami diumumkan sebagai penerima pendanaan PKM-K 2026,” ungkap Siti.

Tim Seabuku terdiri atas mahasiswa dengan pembagian peran layaknya sebuah perusahaan rintisan, yaitu Siti Saidah Nur Rahmah sebagai Chief Executive Officer (CEO), Maulida Zahra sebagai Chief Finance Officer (CFO), Nur Putri Zahra sebagai Chief Product Officer (CPO), Muhammad Anta Muzzakir sebagai Chief Marketing Officer (CMO), dan M. Syauqi Abiyyu Khairi sebagai Chief Technology Officer (CTO).
Saat ini, tim tengah mempersiapkan proses produksi sekaligus pengembangan lebih lanjut terhadap kemasan ramah lingkungan tersebut. Mereka menargetkan produk dapat memasuki tahap soft launching dalam waktu dekat serta terus disempurnakan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi solusi atas permasalahan limbah plastik, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal Kalimantan Selatan sekaligus mendukung pengembangan industri perikanan yang lebih berkelanjutan.
Keberhasilan Tim Seabuku menjadi bukti bahwa mahasiswa UMBJM terus berkontribusi menghadirkan inovasi berbasis riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Prestasi ini juga memperkuat komitmen UMBJM dalam mendorong lahirnya karya-karya inovatif yang berdaya saing nasional serta menargetkan langkah lebih jauh menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39.