
Banjarmasin, 17 September 2025 – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM). Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) dari Program Studi S1 Farmasi berhasil lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia tahun 2025.
Judul penelitian yang diusulkan adalah “Potensi Kombinasi Ekstrak Biji Tengkawang Tungkul dan Biji Kalangkala Khas Kalimantan Sebagai Antibakteri terhadap Helicobacter pylori Penyebab Gastritis.” Topik penelitian ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi gastritis di dunia serta keterbatasan efektivitas terapi antibiotik yang ada saat ini.
Gastritis merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kejadian yang tinggi di berbagai belahan dunia. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari separuh populasi global diperkirakan terinfeksi bakteri Helicobacter pylori. Bakteri berbentuk spiral ini merupakan penyebab utama gastritis, dan sering menimbulkan masalah serius dalam kesehatan masyarakat.
Permasalahan semakin kompleks dengan munculnya resistensi terhadap antibiotik. WHO sejak tahun 2017 menetapkan H. pylori sebagai salah satu dari 20 patogen paling berbahaya di dunia. Tingkat keberhasilan pengobatan yang menggunakan antibiotik pun relatif rendah, yakni hanya sekitar 60% secara global. Situasi ini menunjukkan bahwa diperlukan inovasi baru dalam penanganan penyakit terkait H. pylori, khususnya melalui pendekatan berbasis bahan alam yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tim mahasiswa UMBJM melihat peluang dari potensi kekayaan hayati Kalimantan yang melimpah. Biji tengkawang tungkul (Shorea stenoptera) dan biji kalangkala (Litsea angulata), dua tanaman khas Kalimantan, dipilih sebagai bahan penelitian. Keduanya diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Melalui penelitian ini, tim berupaya mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dari kedua tanaman, menguji efektivitas kombinasi ekstraknya terhadap H. pylori secara in vitro, serta membuktikan potensinya sebagai terapi herbal melalui uji in vivo pada hewan coba.
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
- Mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada kedua tanaman.
- Menguji efektivitas kombinasi ekstrak terhadap H. pylori secara in vitro.
- Membuktikan potensinya sebagai terapi herbal alami melalui uji in vivo pada hewan coba.
Inovasi ini diharapkan menjadi alternatif pengobatan alami yang lebih aman, berkontribusi dalam mengurangi resistensi antibiotik, serta mengangkat kearifan lokal Kalimantan untuk mendukung kesehatan masyarakat.
Tim peneliti yang berhasil meraih pendanaan ini terdiri dari mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dengan susunan sebagai berikut:
- Ketua: Syifa Askila Rahmadani
- Anggota: Nur Latipah Sulistiawanti, Niken Widya Ningrum, Yesi Tera Insani, dan Nur Hikmah Anggun Zikrianti
Keberhasilan tim ini juga menjadi bukti dukungan dari dosen pembimbing serta lingkungan akademik yang kondusif di UMBJM, sehingga mahasiswa memiliki ruang untuk terus berinovasi dan mengembangkan ide penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan dukungan pendanaan dari Kemendikbudristek RI, tim berharap hasil penelitian ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan terapi herbal berbasis bahan alam Kalimantan, serta membuka peluang penelitian lanjutan di masa depan. (ar).